Tampilkan postingan dengan label dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dunia. Tampilkan semua postingan

Senin, Februari 09, 2009

Capello Panggil Beckham, Rooney Keluar


London - Tidak sia-sia David Beckham meninggalkan Los Angeles Galaxy untuk menjaga kondisi fisiknya. Permainan apiknya di AC Milan membuat gelandang berusia 33 tahun ini dipanggil pelatih tim nasional Inggris Fabio Capello. Beckham akan ikut "The Three Lions" dalam duel persahabatan lawan Spanyol di Seville.

Pertimbangan Capello memanggil Beckham adalah peningkatan performa Beckham di Serie A. Dengan bermain apik di kompetisi paling bergengsi di Italia, Beckham telah menunjukkan bahwa ia masih mampu bersaing dalam tekanan berat.

"Beckham adalah pemain kunci bagi Inggris. Selain itu, penampilannya semakin meningkat, terutama selama ia bermain bersama AC Milan. Saat ini, Beckham berada dalam kondisi yang sangat siap bermain," tutur Capello.

"Level permainan di Amerika Serikat dan Italia sangat berbeda. Di Seri A, kompetisi sangat ketat dan menantang dan Beckham berhasil di sana. Dengan mencapai hasil maksimal di tingkat yang lebih tinggi, Ia membuktikan masih layak di panggil timnas," tambah Capello.

Jika diturunkan dalam pertandingan tersebut, Beckham akan mencatatkan penampilan internasinal ke-108. Rekor ini menyamai catatan yang pernah dibukukan Bobby Moore pada 1966.

Selain Beckham, nama lain yang kembali dipanggil masuk timnas karena peningkatan performa adalah penyerang West Ham United Carlton Cole dan gelandang Aston Villa James Milner. Bagi Cole, yang mencetak lima gol dalam enam penampilan terakhirnya, ini merupakan panggilan perdana "Saint George Cross".

Sebaliknya, Capello tak membawa striker Manchester United Wayne Rooney. Rooney baru sembuh dari cedera otot paha dan sampai kini belum dimainkan oleh MU. Sebagai gantinya, Capello memasukkan kembali striker Portsmouth Peter Crouch.

Skuad Inggris:
Kiper: Green (West Ham), Hart (Man City), James (Portsmouth)
Belakang: Bridge (Man City), A. Cole (Chelsea), R Ferdinand (Man Utd), Jagielka (Everton), G. Johnson (Portsmouth), Terry (Chelsea), Upson (West Ham), L. Young (Villa)
Tengah: Beckham (LA Galaxy), Barry (Villa), Carrick (Man Utd), Downing (Middlesbrough), Lampard (Chelsea), Milner (Villa), Wright-Phillips (Man City), A Young (Villa).
Depan: Agbonlahor (Villa), C. Cole (West Ham), Crouch (Portsmouth), Heskey (Villa)

Read more...

Gaji Besar Pemain Bola Dianggap Tak Bermoral


Berlin - Kritik tajam tentang penggunaan uang dalam jumlah besar dalam sepak bola kembali mendapat kritik. Kali ini kritik tajam berasal dari Presiden Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) Theo Zwanziger, yang menyebut gaji besar dan transfer mahal seorang pemain sebagai tindakan tak bermoral.

"Ketika sudah melibatkan sejumlah besar (uang), bagi saya itu tidak bermoral,” kata Zwanziger kepada harian Frankfurter Allgemeine Zeitung. "Tak seorang pun layak dihargai dengan harga jutaan (dolar)."

Selain kritik soal tingginya harga pemain, Zwanziger juga menyayangkan soal kepemilikan klub yang berganti-ganti. Menurutnya, hal itu akan merusak sendi-sendi klub itu sendiri.

"Kita harus bertanya kepada diri sendiri: apakah kita benar-benar menginginkan sebuah sponsor atau syekh membeli klub dan menjualnya kembali? Model seperti ini hanya menimbulkan praktik jual-beli yang berlebihan," tambahnya.

"Uang yang dihasilkan oleh televisi di Spanyol, Italia, dan Inggris, yang berbeda dari kondisi kami di sini, mengarah pada cara yang tak bertanggung jawab di mana pemain dibayar dengan gaji besar, yang bagi kami hanya sebuah mimpi," lanjutnya.

Zwanziger kemudian mencontohkan kepemilikan pribadi atas klub Manchester City oleh Syekh Mansour maupun Chelsea oleh triliuner Roman Abramovich. Baginya, kepemilikan secara individu itu bisa menimbulkan dampak negatif bagi klub karena sang pemilik bisa memperlakukan klub tersebut sesuai ambisi dan keinginan pemilik.

"Saya tidak setuju dengan hal semacam ini dan ini bukan bagian dari citra saya di komunitas olahraga, terutama karena olahraga memiliki peran khusus dalam masyarakat," sanggahnya.

"Olahraga juga soal uang. Olahraga juga sebuah solidaritas dan klub-klub ini membuat kami di Jerman tersenyum karena mereka membuat stabilitas dan tradisi," paparnya. "Jika kami mengizinkan syekh atau sponsor melihat klub-klub ini sebagai tradisi komoditas ekonomi, maka struktur dasar ini akan hilang."

Berbeda dari klub-klub Liga Inggris yang sebagian besar dikuasai oleh pihak asing, klub-klub di Jerman tidak dikuasai secara individu. Ini karena DFB menerapkan peraturan 50+1, di mana seseorang tidak diperkenankan memiliki sebagian besar saham klub secara pribadi.

"Sistem klub di Jerman, yang tak mengizinkan sponsor atau klub sebagai satu-satunya pemilik, tidak akan berubah. Saya yakin itu," pungkas Zwanziger.

Read more...

Selasa, Januari 27, 2009

Jelang Indonesia vs Australia: Verbeek Jelaskan Alasan Pakai Tim Muda


Jakarta - Pelatih Australia Pim Verbeek menjelaskan alasan dia menggunakan tim lapis dua yang mayoritas pemain muda saat menghadapi tuan rumah Indonesia hari Rabu besok di Jakarta.

Diakui Verbeek, ia sengaja membawa sebagian besar pemain muda yang bermain di klub-klub lokal Negeri Kanguru, untuk laga keduanya di babak kualifikasi Piala Asia 2011 Grup B ini.

Dalam jumpa pers di kantor PSSI di kompleks Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2008) sore, pelatih asal Belanda itu mengatakan bahwa ini adalah kesempatan besar buat pemain-pemain lokalnya untuk unjuk kemampuan.

"Ini big challenge buat mereka," ujarnya. "Karena kami melihat Liga Australia sudah berkembang. Ini bisa kita lihat dari Adelaide United yang tampil di FIFA Club World Cup (bulan Desember lalu)."

Dalam skuadnya hanya kapten Craig Moore dan deputinya Archie Thompson pemain berusia di atas 30 tahun. Moore memimpin di lini belakang, Thomson diandalkan di lini depan.

"Tidak ada masalah (dengan mayoritas pemain muda). Mereka pemain muda yang bagus kok. Tugas pemain senior adalah mengorganisir rekan-rekan mudanya," tandas Verbeek.

Saat ditanya strategi apa yang akan dipakainya buat pertandingan nanti, ia merahasikannya. "Tunggu saja kejutan dari saya."

"Yang pasti kami akan menyuguhkan permainan yang menarik dan fantastis di dalam stadion yang hebat ini. Pertandingan bakal seru," imbuh dia lagi.

Read more...

Minggu, Januari 25, 2009

Barcelona Terbaik Dunia, MU Nomor Dua


Bonin - Barcelona terpilih sebagai Tim Terbaik Dunia versi International Federation of Football History and Statistics (IFFHS) untuk periode 1991–2008. "El Barca" mengalahkan Tim Terbaik 2008, Manchester United.

Gelar "All-time Club World Ranking" oleh IFFHS ini ditentukan berdasarkan hasil yang diraih sebuah klub pada liga nasional (liga), kompetisi antarklub nasional (termasuk Cup/Copa), serta turnamen antarklub pada konfederasi enam benua dan FIFA.

Terpilihnya Barcelona sebagai tim terbaik selama 18 tahun ini cukup mengejutkan. Pasalnya, nama "Blaugrana" hanya sekali tercantum sebagai Klub Terbaik tahunan yang diadakan IFFHS sejak 1991, yakni pada 1997. Ada beberapa tim lain yang pernah dua kali menjadi yang terbaik, yakni AC Milan (1995 dan 2003), Juventus (1993 dan 1996), Real Madrid (2000 dan 2002), Liverpool, (2001 dan 2005), Sevilla (2006-2007), serta MU (1999 dan 2008).

Dalam kurun 18 tahun pencatatan IFFHS, Barcelona telah memenangi dua gelar Liga Champions serta delapan juara La Liga. MU sebetulnya berprestasi lebih baik, yakni dua kali gelar Liga Champions dan sepuluh kali kampiun Premier League.

Hasil pemilihan yang diumumkan pada Jumat (23/1) menyebutkan, "Azulgrana" menjadi yang teratas dengan keunggulan 79 poin di atas "Setan Merah" di tempat kedua. Tiga tim lain yang masuk dalam lima besar adalah Juventus, AC Milan, dan Real Madrid.

Berikut daftar tim terbaik versi IFFHS:
1. Barcelona (SPA) - 757 poin
2. Manchester United (ENG) - 678
3. Juventus FC (ITA) 621
4. Milan AC (ITA) - 611
5. Real Madrid (SPA) 605
6. Inter Milan (ITA) - 567
7. Bayern Muenchen (GER) - 563
8. Arsenal (ENG) - 550
9. River Plate (ARG) - 503
10. Chelsea (ENG) - 442
11. Liverpool (ENG) - 435
12. Porto (POR) - 425
13. Boca Juniors (ARG) - 420
14. AS Roma (ITA) 405
15. AFC Ajax Amsterdam (HOL) - 400
16. Parma (ITA) - 373
17. Sao Paulo (BRA) - 367
18. Valencia (SPA) - 367
19. Glasgow Rangers (SCO) - 364
20. SS Lazio Roma (ITA) - 342

Read more...

Kamis, Januari 22, 2009

The Dream Team UEFA, Tanpa Italy

Situs UEFA.com telah mengeluarkan poling mengenai kesebelasan terbaik Eropa 2008. Dari sebelas pemain, tak ada satu pun pemain Italia di dalamnya.

Jajak pendapat yang melibatkan pembaca situs milik Badan Regulasi Sepak Bola Eropa itu bahkan tidak memasukkan satu pun pemain dari Serie A. "The Dream Team" 2008 didominasi oleh pemain-pemain dari Spanyol. Juara Piala Eropa tahun lalu itu menempatkan enam wakilnya.

Striker Barcelona Lionel Messi menjadi satu-satunya pemain non-Eropa yang masuk dalam daftar itu. Sementara itu, nama Alessandro Nesta, Ricky Kaka, Clarence Seedorf, dan Zlatan Ibrahimovic tak lagi masuk daftar seperti tahun sebelumnya.

Selain memilih sebelas pemain, UEFA.com juga menetapkan pelatih Manchester United sebagai pelatih "The Dream Team" kali ini.

Berikut daftar "The Dream Team" 2008 versi UEFA.com:
Kiper: Iker Casillas (Spanyol/Real Madrid)
Bek: Sergio Ramos (Spanyol/Real Madrid), John Terry (Inggris/Chelsea), Carles Puyol (Spanyol/Barcelona), Philipp Lahm (Jerman/Bayern Muenchen)
Tengah: Cristiano Ronaldo (Portugal/Man. United), Xavi Hernandez (Spanyol/Barcelona), Cesc Fabregas (Spanyol/Arsenal), Franck Ribery (Perancis/Bayern Muenchen)
Depan: Lionel Messi (Argentina/Barcelona), Fernando Torres (Spanyol/Liverpool)
Pelatih: Alex Ferguson (Skotlandia/Man. United).(kompas)

Read more...

About This Blog

Lorem Ipsum

  © Blogger templates Newspaper III by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP